Kamis, 15 Desember 2011

samadhi

 samadhi


A.                pengertian samadhi

samadhi dapat diartikan sebagai :
melatih pemuatan pikiran
pengetahuan pemusatan pikiran
hasil dari pemusatan pikiran pada suatu obyek
samadhi adalah :
kesadaran (citta) & unsur rohani yang baik (kusala cetasika) terpusat dengan mapan terhadap obyek.
pikiran yang terpusat atau mengkonsentrasikan terhadap kesadaran & bentuk-bentuk batin yang muncul bersamaan secara merata & secara benar pada suatu obyek tunggal atau pikiran yang baik yang terpusat pada satu obyek atau suatu cara untuk mengembangkan batin ke arah batin yang luhur & mencegah pikoiran agar tidak kacau.
pemusatan pikiran pada suatu obyek

B.                 jenis samadhi

1.      samadhi hanya satu jenis, bila dipandang sebagai pemusatan pikiran pada satu obyek.
2.      dua jenis, bila dipandang sebagai konsentrasi pendekatan (upacara samadhi & konsentrasi tercapai (appanna samadhi).
3.      dua jenis, bila dipandang sebagai bersifat duniawi atau lokiya & yang bersifat diatas duniawi atau lokuttara.
4.      tiga jenis, bila dipandang sebagai konsentrasi lemah, sdengan & kuat.
5.      lima jenis bila dipandang dari pencapaian jhana-jhana.
ada 2 samadhi :
1.      sama-samadhi : pemusatan pikiran pada suatu obyek yang dapat menghilangkan kekotoran batin, ketika pikiran bersatu dengan kamma baik.
2.      micca-samadhi : pemusatan pikiran pada suatu obyek yang dapat menimbulkan kekotoran batin, ketika pikiran bersatu dengan kamma buruk.

sutta tentang pengembangan sila, samdhi & panna :
1.      brahmajala sutta : ceto samadhi, satu bentuk pemusatan pikiran yang menjadi landasan mendapatkan kemampuan supernatural. misal : membaca pikiran orang lain (tapi termasuk samadhi salah)
2.      samanaphala sutta : terdapat sammasamadhi tentang 4 jhana, nanadassana, kekuatan batin, tevijja & kebebasan dari samsara.
3.      ambatha sutta : tentang sila & samadhi yang disebut vijja (pengetahuan) & carana (tingkah laku yang baik) yang bertolak belakang dengan peraturan kemasyarakatan & upacara yang berubah-ubah.
4.      mahali sutta : pengembangan pemusatan pikiran akan menghasilkan mata dewa & telinga dewa.
5.      kassapasihananda sutta : meskipun seseorang melakukan semua bentuk tapa, namun jika tidak memiliki sila, samadhi & panna maka tidak dapat berhasil mencapai yang diharapkan.

 

cara mengembangkan samadhi

1.      samadhi hanya dapat dikembangkan dengan mempelajari secukupnya, menghayati & melaksanakan samadhi & harus memiliki
2.      memiliki sila
3.      menghilangkan berbagai rintangan atau palibhodha
4.      mendekati guru dengan cara yang benar (kalyanamitta)
5.      belajar dengan baik
6.      bertempat tinggal yang sesuai untuk latihan samadhi
7.      mempunyai obyek yang sesuai dengan watak masing-masing.
8.      melenyapkan rintangan-rintangan kecil
9.      menimbulkan, mempertahankan & mengembangkan nimitta* yang timbul dalam samadhi.

lima nivarana (rintangan batin) :

1.      kammachanda: nafsu keinginan
2.      byapada: kemauan jahat
3.      thina-midha: kemalasan & kelelahan
4.      udacca-kukucca: kegelisahan & kekhawatiran
5.      viccikica: keragu-raguan

 

sepuluh palibodha ( rintangan lahiriah atau luar) :

1.      tempat tinggal: (avasa palibodha)
2.      pembantu & orang yang bertanggungjawab : (kula palibodha)
3.      keuntungan & duniawi : (labha palibodha)
4.      murid & teman : (gana palibodha)
5.      pekerjaan: (kamma palibodha)
6.      perjalanan:(adana palibodha)
7.      sanak keluarga: (nati palibodha)
8.      penyakit: (abada palibodha)
9.      pelajaran : (gatha palibodha)
10.  kekuatan batin atau gaib: (iddhi palibodha)

empat satthipatana :
1.      kayanupassana
2.      vedananupassana
3.      cittanupassana
4.      dhammanupassana

sepuluh vipassanupakilesa :
1.      sinar gemerlapan               : obhasa
2.      kegiuran                            : piti
3.      ketenangan batin               : passadi
4.      kebahagiaan                      : sukkha
5.      keyakinan yang kuat         : saddha
6.      usaha terlalu giat               : pagaha
7.      ingatan tajam                     : apathana
8.      pengetahuan                      : nana
9.      keseimbangan batin           : upekha
10.  rasa puas                            : nikanti

sepuluh samyojhana (belenggu)
1.      sakkayadithi: percaya bahwa diri kekal & terpisah
2.      vicikiccha: keragu-raguan
3.      silabataparamasa   : percaya tahyul-sembahyang dapat bebaskan derita
4.      kamaraga: nafsu indera
5.      patigha: rasa benci, dendam & kemauan jahat
6.      ruparaga: nafsu ingin hidup di alam halus bermateri
7.      aruparaga: nafsu ingin hidup di alam halus tanpa bermateri
8.      mana: kesombongan
9.      uddhacca: kegelisahan
10.  avijja: kegelapan batin

sotapanna   : membasmi 1-3

sakadagami     : membasmi 1-3, melemahkan 4-5
anagami           : membasmi 1-5
arahat              : membasmi 1-10
enam macam abhinna (kekuatan batin yang luar biasa)
1.      iddhividhanana (kekuatan gaib/kesaktian)
a)      adhitthana-iddhi : mengubah diri menjadi sedikit & banyak
b)      vikubhana-iddhi : berubah bentuk kecil, besar, menghilang.
c)      manomaya-iddhi : mencipta dengan memakai pikiran ; istana, wanita
d)     nanavipphara-iddhi : menembus ajaran lewat pengetahuan
e)      samadhivipphara-iddhi : menembus dinding, melawan api
f)       dibbasotanana (telinga dewa) : kemampuan mendengar suara dari alam lain yang jauh & dekat.
2.      cetopariyanana (paracittavijanana) : kemampuan membaca pikiran orang lain
3.      dibbacakkhunana/cutupapatanana (mata dewa) : kemampuan melihat alam halus & muncul lenyapnya makhluk yang bertumimbal lahir sesuai dengan kammanya masing*.
4.      pubbenivasanussatinana : kemampuan mengingat kembali tumimbal lahir yang lampau dari diri sendiri & orang lain.

tujuh macam carita (watak) :
1.raga carita
orang yang keras lobhanya melaksanakan sesuatu berdasarkan lobha, cenderung ke arah kecantikan & keindahan, kagum melihat suatu kebajikan walaupun kecil sekali, mudah melupakan kesalahan orang lain, cerdik, sombong, berambisi besar, memetingkan diri sendiri.
lingkungan yang dipakai : tidak rapi, kotor, pakaian juga yang jelek, postur meditasi sebanyak mungkin dalam sikap berjalan & berdiri.
obyeknya : 10 asubha, & 1 kayagatasati.
2.dosa carita
orang yasng keras kebenciannya, melaksanakan sesuatu berdasarkan kebencian cenderung ke arah panas hati, suka marah, suka jengkel, iri hati, tidak senang melihat kesalahan walau kecil, suka bermusuhan, memandang rendah orang lain, suka memerintah & mendikte orang.
lingkungan yang dipakai :  rapi, bersih, indah,  postur meditasi sebanyak mungkin dalam sikap berbaring atau duduk..
obyeknya : 4 kasina (nila : biru, pita : kuning, lohita : merah & odata kasina : putih), & 4 apamanna (metta, karuna, mudita, upekkha).
3.moha carita
orang yang bodoh (dungu), melaksanakan sesuatu berdasarkan kebodohan batin cenderung ke arah kelemahan batin suka bingung, suka ragu-ragu, suka kawatir, menggentungkan diri pada pendapat orang lain, pikirannya ruwet, malas, pendiriannya tidak tetap, kadang-kadang kukuh memegang suatu pandangan
lingkungan yang dipakai : terang, tidak gelap, banyak cahaya, terbuka & luas, postur meditasi  berjalan.
obyeknya : anapanasati.
4.sadha carita
orang yang kuat keyakinannya, melaksanakan sesuatu berdasarkan keyakinan cenderung ke arah rendah hati, dermawan, jujur, suka menemui orang-orang suci, suka mendengar dhamma, yakin pada sesuatu yang dianggap baik, mudah percaya, sangat mudah diyakinkan.
lingkungan yang dipakai : tidak rapi, kotor, pakaian juga yang jelek, postur meditasi sebanyak mungkin dalam sikap berjalan & berdiri.
obyeknya : 6 anussati (buddhanussati, dhammanussati, sangha-nussati, silanussati, caga-nussati & devatanussati)
5.budhi carita (nana carita)
orang yang bijaksana cerdas & mempunyai pengetahuan dhamma, melaksanakan sesuatu dengan  hati-hati, cenderung ke arah perenungan terhadap tilakkhana & meditasi, selalu ingin tahu, belajar & meneliti untuk menambah pengetahuan, mempunyai kawan yang baik & bersedia mendengarkan omongan orang lain.
obyeknya : marananussati, upasamanussati, aharepatikulasanna & catudhatuvavatthana.
6.vitakka carita
orang yang suka melamun, melaksanakan sesuatu dengan tergesa-gesa, cenderung ke arah kegugupan, kegagalan dalam usaha, suka berteori, pikirannya sering berkeliaran, tidak suka bekerja untuk kepentingan  sosial, mudah gelisah, bergerak tanpa tujuan yang jelas.
lingkunagn yang dipakai : ruangannya kecil, bersih, & cukup mendapatkan cahaya, postur sama dengan raga carita.
obyeknyaanapanasati.
7.sabba carita (campuran/kombinasi)
orang yang mudah marah, nafsunya besar, bodoh, pemarah, mudah percaya.
obyeknya : 6 kasina  (pathavi, apo, tejo, vayo, akasa, aloka) &   4 arupa

(akasanancayatana, vinnanancayatana, akincannayatana, nevasannanasannayatana).
30 obyek meditasi khusus untuk 6 carita, sedangkan sisanya 10  yaitu 4 mahabhuta (patavi, tejo vayo, apo kasina) aloka kasina, akasa kasina & 4 arupa dapat dijadikan obyek meditasi oleh semua orang tanpa memperhatikan caritanya.
faktor yang mempengaruhi untuk samadhi yang berasal dari luar dinamakan sappaya dhamma, yaitu tempat tinggal, wilayah, pembicaraan, penduduk, makanan, iklim, & postur.

perbedaan samatha & vipassana bhavana
samatha bhavana :
1.      tujuan : untuk mencapai ketenangan batin melalui pencapaian jhana bersifat tidak kekal, bukan kesucian, akan menimbulkan kelahitran di alam brahma, jhana akan menghasilkan abinna, ketenangan batin bukan tujuan terakhir meditasi tetapi merupakan kondisi untuk menimbulkan pandangan terang.
2.      obyek : menggunakan salah satu dari 40 mata pokok obyek yang dipilih.
3.      penghalang : 5 nivarana & 10 palibodha. rintangan* batin tersebut tidak daapat dilenyapkan secara menyeluruh  tetapi hanya mengendap, yaitu pada saat mencapai/berada dalam jhana.
4.      pelaksanaan : pikiran dipaksakan untuk terpusat terus menerus pada satu obyek yang dipilih & tidak menanggapi segala sesuatu yang timbul.
vipassana bhavana :
tujuan : untuk mencapai pandangan terang melalui penembusan tilakkhana seanjutnya menimbulkan kebijaksanaan & kemudian pencapaian tingkat-tingkat kesucian. pencapaian tingkat kesudcuian tertinggi (arahat) merarti mencapai pembebasan sempurna tidak lahir kembali/nibbana
obyek : menggunakan obyek 4 landasan kesadaran (vedana, kaya, citta & dhamma)/nama & rupa.
penghalang : 10 vipassanupakillesa dengan melaksanakan vipassana bhavana kekotoran batin tersebut dapat dibasmi & kemudian dilenyapkan sampai ke akar-akarnya.
pelaksanaan : kesadaran atau pikiran menyadari 4 landasan kesadaran (satipatthana) secara bergantian mana yang lebih dominan dengan obyek pokok naik turunnya perut (kayanupassana).

terdapat tiga tahap dalam samadhi :
1.      parikamma (khanika) samadhi :  konsentrasi sekedap, yaitu pikiran terpusat pada obyek
2.      meditasi tapi tidak lama, pikiran belum bisa memegang obyrek karena pikiran masih kacau, masih pindah dari satu kesenangan indera satu ke kesenangan indera lainnya.
3.      upacara samadhi : konsentrasi ke arah masuk yaitu pikiran telah terpusat pada obyek tetapi belum kuat.
4.      apana samadhi : konsentrasi yang pandai yaitu pikiran telah terpusat pada obyek dengan kuat.

ada 3 tahapan nimitta :
1.      parikamma nimitta,  yaitu gambaran batin permulaan yaitu obyek meditasi yang dibayangkan dalam pikiran.
2.      uggaha nimitta, gambaran batin mencapai yaitu obyek meditasi telah melekat pada pikiran terlihat dengan nyata & tetap.
3.      patibhaga nimitta, gambaran batin yang dikendalikan yaitu obyek meditasi telah melekat pada pikiran terlihat dengan nyata tetap & jernih, terbebas dari gangguan, & gambaran tersebut dapat dibesarkan & dikecilkan menurut kemauannya.
ada 5 macam vasi :
vasi berarti keahlian atau kemahiran atau kemampuan untuk mengolah jhana. jika seorang telah mencapai tingkat jhana pertama kemudian ingin mencapai tingkat selanjutnya ia harus mempunyai 5 macam  vasi :
1.      avajjana vasi, yaitu keahlian dalam pemikiarn untuk memasuki jhana menurut kehendaknya,
2.      samapajjana vasi : keahlian dalam memasuki jhana
3.      adithana  vasi, yaitu keahlian dalam menentukan ingin berapa lama berada dalam jhana.
4.      vuthana vasi : keahlian dalam keluar dari jhana
5.      paccavekkhana vasi : keahlian dalam peninjauan terhadap jhana-jhana.

apanna kosalla 
apanna kosalla ialah (teknik  untuk menjaga nimitta mencapai jhana):
1.      kondisi pisik yang menyenangkan (posisi nyaman & kuat).
2.      menyepadankan atau menyelaraskan panca indariya
3.      terampil menjaga nimitta
4.      menggiatkan pikiran bila perlu digiatkan (saat melemah)
5.      menahan pikiran bila perlu ditahan (terpusat pada obyek)
6.      mendorong pikiran bila perlu disorong (saat menyimpang atau melenceng).
7.      mengendalikan pikiran bila perlu dikendalikan
8.      menghindari orang atau sesuatu yang tidak stabil.
9.      bergaul dengan orang yang stabil.
10.  menyelaraskan pikiran dengan keadaan.

40 macam obyek meditasi
10 kasina (perwujudan benda), yaitu :
1.      pathavi kasina (wujud tanah)
2.      apo kasina (wujud air)
3.      tejo kasina (wujud api)
4.      vayo kasina (wujud udara)
5.      nila kasina (wujud warna biru)
6.      pita kasina (wujud warna kuning)
7.      lohita kasina (wujud warna merah)
8.      odata kasina (wujud warna putih)
9.      aloka kasina (wujud cahaya)
10.  akasa kasina (wujud ruang terbatas)
10 asubha
1.      uddhumataka:  mayat yang melembung
2.      vinilaka   :  mayat dengan warna muka kebiru*an
3.      vipubbaka:  mayat bernanah
4.      vicchiddaka:  mayat terbelah di tengah
5.      vikkhayitaka:  mayat dimakan binatang
6.      vikkhittaka:  mayat hancur lebur
7.      hatavikkhittaka:  mayat yang busuk & hancur
8.      lohitaka  :  mayat yang berdarah
9.      puluvaka:  mayat yang dikerumuni belatung
10.  attikha    :  perwujudan tengkorak

10 anussati
1.      buddhanussati, perenungan thd sb bahwa beliau telah terbebas dari lobha, dosa & moha.
2.      dhammanussati, perenunagn terhadap sang dhamma yang tidak terkena lobha, dosa & moha
3.      sanghnussati, perenungan terhadap sangha yang terbebas dari lobha, dosa & moha.
4.      silanussati, perenungan terhadap sila yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
5.      caganussati, perenungan terhadap kebajikan yang telah dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
6.      devatanussati, perenungan terhadap para dewa
7.      marananussati, perenungan terhadap kematian yang akan dialami semua mahluk..
8.      kayagatassati, perenungan terhadap kekotoran  badan jasmani.
9.      anapanassati, perenungan terhadap masuk keluarnya napas.
10.  upasamanussati, perenungan terhadap keadaan nibbana.
4 apamanna : keadaan yang tidak terbatas
1.      metta
2.      karuna
3.      mudita
4.      upekha
aharepatikulasanna (perenungan makanan yang menjijikkan)
catudhatuvavathana (analisa terhadap 4 unsur yang ada dalam tubuh)
4 arupa (perenunagn tanpa bentuk atau materi)
1.      akasanancayatana, obyek ruangan yang tanpa batas.
2.      vinnanancayatana, obyek kesadaran tanpa batas
3.      akincannayatana, obek kekosongan
4.      nevasannanasannayatana, obyek pencerapanpun tidak bukan pencerapan.

bodhipakkhiya dhamma (37 faktor penerangan sempurna) :
4    satipathana (landasan kesadaran)
1.      kayanupassanasatipathana
2.      vedananupassana
3.      cittanupassanasatipathana
4.      dhammanupassana

4   sammappadhana (usaha yang benar) :
1.      samvarappadhana, berusaha terus menerus agar keadaan* atau pikiran jahat atau buruk tidak muncul dalam diri seseorang
2.      pahanappadhana,usaha yang terus menerus untuk menghilangkan pikiran jahat atau buruk yang telaha muncul dalam diri seseorang.
3.      bhavanappadhana, usaha yangterus menerus untuk menimbuulkan pikiran baik dalam diri seseorang.
4.      anurakkhanappadhana, usaha yang  terus menerus untuk mengembangkan serta tidak membiarkannya lenyap pikiran baik yang telah muncul.

4   iddhipada (jalan kesuksesan) :
1.      candha, kepuasan & kegembiraan di  dalam mengerjakan hal-halyang sdengan dikerjakan
2.      virya, semangat  dalam mengerjakan sesuatu.
3.      citta, konsentrasi pikiran yang kuat &a memperhatikan dengan sepenuh hati pada hal-hal yang dengan dikerjakan.
4.      vimamsa, merenungkan & menyelidiki sesuatu yang dikerjakan & berusaha memperbaiki sehingga mencapai hasil yang baik

5   indariia (kemampuan)
1.      saddhindariiya, kemampuan dari keyakinan
2.      viriyindariiya, kemampuan dari usaha atau semangat.
3.      satindariiya, kemampuan dari kesadaran
4.      samadhindariiya, kemampuan dari meditasi.
5.      pannindariiya, kemampuan dari kebijaksanaan.

5   bala (kekuatan)
1.      saddhabala, kemampuan dari keyakinan
2.      viriyabala, kemampuan dari usaha atau semangat.
3.      satibala, kemampuan dari kesadaran
4.      samadhibala, kemampuan dari meditasi.
5.      pannabala, kemampuan dari kebijaksanaan.

7   bojjhanga (faktor penerangan sejati) :
1.      sati : kesadaran, kemampuan untuk mengingat
2.      dhammavicaya : penyelidikan dhamma
3.      virya : semangat
4.      piti : kegiuran
5.      passaddhi : ketenangan batin dari hal-hal yang mengganggu perasaan
6.      samadhi : konsentrasi pikiran yang sempurna
7.      upekkha : keseimbangan batin yang tak tergoyahkan

g.  8   magga (delapan ruas jalan utama) :
1.      samma dithi (pandangan benar)
2.      samma sankappa (pikiran benar)
3.      samma vacca (pembicaraan benar)
4.      samma kamanta (perbuatan benar)
5.      samma ajiva (matapencaharian benar)
6.      samma vayama      (usaha benar)
7.      samma sati (perhatian benar)
8.      samma samadhi (meditasi benar)

vipassana bhavana adalah suatu kerangka latihan tersendiri  yang berdasarkan tujuh tahap kesucian (kesucian sila (sila), pikiran (citta), pandangan (ditthi), mengatasi keragu-raguan (kankhavitara), jalan benar/salah (maggamagga anandassana), kemajuan (patipada nanadassana), jalan suci (nanadassana)) & berhubungan dengannya membentuk seluruh isitem perkembangannya. setiap tahap menyucikan jasmanai, hati & pikiran di dalam proses yang bertahap & membawa kpd kemajuan pandangan terang yang lebih tinggi.

jenis panna
panna hanya satu bila dilihat dari sifatnya yang mengetahui hakikat dari alam ini.
dua jenis bila dilihat sebagai lokiya, yaitu disertai oleh asava  & sebagai lokuttara, yaitu tanpa asava.
tiga jenis bila dilihat dari timbulnya melalui belajar (suta maya panna), timbul melalui pikiran (cinta maya panna) & timbul melalui pengembangan batin (bhavana maya panna).

lima (5) dasar pelaksanaan vipassana bhumi (vipassana bhavana) :
1.      panca khandha
2.      12 ayatana
3.      18 dhatu
4.      22 indriya
5.      4 ariya sacca
6.      12 nidana
penjelasannya :
lima khandha
kelompok jasmani (rupa khandha)
1.      bentuk rupa terdiri dari 28 unsur, yaitu mahabhuta rupa 4, & 24 upada rupa yang tumbuh & berkembang dari mahabhuta rupa. mereka tumbuh & berkembang menjadi jasmani karena karma yang lalu, pikiran dalam kehidupan sekarang, panas (utu) & makanan (ahara), baik selagi dalam kandungan ibu & setelah dilahirkan. mereka disebut rupa dengan pengertian bahwa mereka berubah atau hancur karena pengaruh panas & dingin.
2.      kelompok perasaan (vedana)
3.      vedana adalah perasaan yang berupa menyenangkan, menyedihkan, yang bukan menyenangkan & bukan menyedihkan, yang timbul karena kontak indariia dengan obyek penginderaan.
4.      kelompok pencerapan (sanna khandha)
5.      sanna adalah pengenalan kembali terhadap apa  yang pernah kontak dengan kita melalui penginderaan, seperti terekam dalam batin kita. pengenalan ini berkaitan dengan penginderaan melalui enam indariia.
6.      kelompok pikitran (sankhara khandha)
7.      sankhara khandha adalah kehendak (cetana) yang disebabkan oleh pencerapan & perasaan yang timbul secara simultan. kehendak ini mungkin baik atau buruk.
8.      kelompok kesadaran (vinnana khandha)
9.      vinnana adalah kesadaran  yang timbul karena kontak indaria dengan penginderaan. kesadaran timbul karena kontak akan banyak sekali.

duabelas (12) ayatana
ayatana adalah landasan tenpat timbulnya kesadaran, 12 ayatana adalah terdiri dari enam indria yang terdapat pada jasmani yang disebut landasan dalam(mata, telinga, hidung, lidah, kulit & pikiran) & enam objek penginderaan yang disebut landasan luar (benda yang dapat dilihat, suara, bau, rasa, sentuhan, & bentuk pikiran )

delapanbelas (18 ) dhattu
delapan belas unsur tersebut adalah 12 ayatana, & ditambah kesadaran mata, telinga, hidung, lidah, badan/kullit, pikiran (mani vinnana).

duapuluh dua (22) bakat pembawaan (indariia)
1.      enam landasan indariiya (mata, telinga, hidung, lidah, kulit, badan, pikiran).
2.      kelamin ; keperempuan (itthi), kelaki-lakian (pum), vitalitas (rupa jivitindariiya & nama jivitindariiya)
3.      lima jenis perasaan
kesengan jasmani (sukh indariiya).
kesakitan jasmani (dukkh indariiya
kegembiraan pikiran (somanass indariiya)
kesedihan pikiran (domanass indariiya)
netral (upekkh indariiya)
4.      lima bakat pembawaan batin  (panca indariiya)
5.      keyakinan(saddha)
6.      bakat pembawaan ini adalah keyakinan yang teguh terhadap  penerangan sempurna dari bhagava yang demikian: sungguh* suci, mencapai penerangan sempurna, sempurnaa pengetahuan & tingkah lakunya, berada dijalan yang benar, pengenal alam*, pelatih manusia, guru dewa & manusia.
7.      tenaga
8.      semangat yang aktif yang mengerahkan pikiran untuk mengatasi segala sesuatu yang tidak baik & berusaha mencegah timbulnya sesuatu yang tidak baik dalam pikirannya.
9.      kesadaran (sati)
10.  perhatian yang kuat & kewaspadaan. melakukan segala sesuatu dengan sadar. dapat mengingat apa yang telah lama dilakukan & dengan mudah menyusun lagi didalam pikirannya.
11.  konsentrasi (samadhi)
12.  pemusatan pikiran sehingga tercapai jhana pertama, kedua, tiga, & keempat.
13.  kebijaksanaan (panna)
14.  kecerdasan akal  yang tinggi & didasari oleh kesucian sila yang membawa kebahagiaan lokiya & lokuttara. kebijaksanaan yang menembus pengertian apa yang dikatakan penderitaan secara sempurna.
15.  tiga bakat pembawaan (lokuttara).
16.  pikiran harus tahu yang belum diketahui.
17.  berhubungan dengan lokuttara magga dari sotapatti yang merupakan dasar & tahap pertama pencapaian kesucian.
18.  kebijaksanaan
19.  kecerdasan akal yang tertinggi (anna) yang berhubungan dengan phala dari sotapatti & juga magga phala dari sakadagami & anagami & magga dari arahat.
20.  bakat pembawaan dari “seorang yang telah mengerti”.
21.  berhubungan dengan phala dari arahat.

empat ariya sacca
1.      dukkha, yaitu kelahiran, sakit, berpisah dari yang disayangi, bergaul dengan orang  yanag tidak disukai, tidak mendapat apa yang diinginkan, keluh kesah, ratap tangis, tua & kematian.
2.      sebab dari dukkha, yaitu keinginan (tanha) yang menyebabkan orang terlahir kembali & mengalami hal* yang tidak menyenangkan itu kembali.
3.      lenyapnya dukkha, yaitu lenyapnya bilamana sebab dari dukkha itu lenyap sama sekali
4.      jalan menuju lenyapnya dukkha, yaitu jalan tengah yang berunsur delapan.

duabelas (12) nidana.
1.      avijja                   : kegelapan batin
2.      sankhara             : bentuk-bentuk pikiran
3.      vinnana               : kesadaran
4.      nama rupa           : batin & jasmani
5.      salayatana           : enam landasan indera
6.      phassa                 : kontak
7.      vedana                : perasaan
8.      tanha                  : keinginan
9.      upadana              : kemelekatan
10.  bhava                  : proses penjadian
11.  jati                      : kelahiran
12.  jaramarana.         : ketuaan & kematian

nana (pengetahuan yang timbul dari mengalami langsung tentang hakekat suatu fenomena)
kesucian pikiran adalah pencapaian jhana* & upacara samadhi. dalam vipassana kesucian pikiran yang diperlukan adalah sampai upacara samadhi. tahap* berikutnya dimulai setelah mahir dalam upacara samadhi & terampil mencegah pikiran jatuh kedalam jhana. pada tahap ini yang menjadi samdhi nimitta adalah nama rupa.
nama rupa didalam satipatthana untuk mendapat vipassana nana dikelompokan dalam 4 pengamatan (anuspassanaa), yaitu :
1.      kayanupassana
a)      pengamatan terhadap keluar masuknya nafas (anapanasati).
b)      empat kedudukan badan (iriyapatha)
c)      sadar & waspada (sati sampajanna)
d)     analisis jasmani menjadi 31 bagian (kayagatasati)
e)      analisis jasmani atas empat maha dhatu
f)       perenungan terhadap sembilan tahap kerusakan mayat.
2.      ve&uspassana (pengamatan terhadap perasaan)
3.      cittanuspassana (pengamatan terhadap pikiran)
4.      dhammanuspassana (pengamatan terhadap obyek pikiran)

nana
pengetahuan yang timbul dari mengalami langsung tentang hakekat suatu fenomena. macam* nana:
1.      nama-rupa pariccheda-nana (pengetahuan mengenai perbedaan antara nama & rupa & mengetahui hakekat dari nama rupa).
2.      paccaya parigaha nana (pengetahuan lanngsung mengenai hubungan saling bergantungan antara nama rupa).
3.      sammasana nana ( pengetahuan tentang sebab untuk timbulnya nama rupa)
4.      udayabayanupassana nana (pengetahuan tentang lenyapnya nama rupa)
5.      bhanganupassana nana (pengetahuan langsung mengenai lenyapnya nama rupa, panna ini sudah cukup kuat untuk melenyapkan micchaditthi dengan atapi, sati  & sampajhana)
6.      bhayatupatthana nana (pengetahuan langsung mengenai ketakutan yang berkenanan dengan hakekat nama rupa)
7.      adivana nana (pengetahuan langsung nama rupa sebagai sumber kesdihan & bahaya)
8.      nibbida nana (pengetahuan lansung mengenai keengganan yang berkenanaan dengan nama rupa)
9.      muncitukamyata nana (pengetahuan lansung mengenai tentang keinginan untuk mcp kebebasan)
10.  patisankha nana (pengetahuan langsung mengenai penglihatan jalan yang menuju nibbana)
11.  sankkharupekha nana (pengetahuan langsung mengenai keseimbangan tentang semua bentuk /sankkhara)
12.  anuloma nana (pengetahuan  langsung mengenai penyesuaian dengan ariya sacca yang dicapai slth timbul sankkharupakha nana)
13.  gotrabu nana (pengetahuan langsung mengenai perubahan dari putthujhana mjd ariya puggala, yang tlh enggan & berpaling dari duniawi & memandang nibbana sebagai tujuan yang akan dicapai)
14.  magga nana (panna yang timbul dalam batin yang disebut magga citta yang timbul dari kondisi pembantu/paccaya)
15.  phala nana (apabila magga citta timbul dalam magga nnana & mengambil nibbana sebagai obyek, maka akan melenyapkan kilesa sama sekali. kemudian timbul phala citta & rasa damai yang halus, & amat dalam)
16.  paccavekkhana nana (timbul dari phala nana. kemudian dari lokuttara citta timbul kmbl pd lokiya citta, kr nibbana tdk lagi mjd obyek bhavana, ol sebab itu paccavekkhana bukan lokuttara citta, ttp lokiya citta. dalam satta visudhi diklasifikasikan keadaan nanadassana visudhi, kr timbul dari magga nana, phala nana)

manfaat perenungan terhadap kematian :
pencerapan yang tajam terhadap ketidakkekalan sempurna.
tiada keinginan hidup berulang-ulang
mencela perbuatan jahat
bebas dari kenafsuan berkenaan dengan kebutuhan hidup
pada saat kematian terbebas dari rasa takut.

tiga syarat dalam tahap persiapan vipassana bhavana :
1.      upanissaya         : ia harus berdiam dipemondokan dibawah asuhan guru.
2.      arakkha              : ia harus menjaga ketentraman sehingga berada dalam keadaan baik.
3.      upanibandha      : ia harus menjaga pikirannya supaya konsentrasi pada 4 macam perenungan.
lima macam pertimbangan tentang adanya kekotoran batin (paccavekkhana nana) :
1.      pertimbangan tentang magga
2.      pertimbangan tentang phala
3.      pertimbangan tentang kilesa yang  telah  dilenyapkan
4.      pertimbangan tentang kilesa yang belum dilenyapkan
5.      pertimbangan tentang nibbana
sepuluh (10) manfaat  perenungan kayagati (jasmani) menurut kayagati sutta :
1.      sebagai penakluk kebencian
2.      sebagai penakluk rasa takut & ngeri
3.      tahan terhadap rasa dingin, panas, lapar & haus.
4.      mudah mecapai jhana
5.      dapat memiliki macam-macam kemampuan batin fisik (iddhividhi)
6.      memiliki telinga dewa
7.      dapat mengetahui pikiran orang lain
8.      dapatmengingat kembali kehidupan-kehidupannya pada masa lampau
9.      dapat memiliki mata dewa
10.  dengan abhinna dapat merealisasikan dirinya sendiri, mencapai cetovimutti & pannavimutti dengan melepaskan asava.

usaha agar keyakinan, akal, tenaga & konsentrasi menjadi selaras seimbang dalam pelaksanaan vipassana bhavana & akibat bila tidak teratur :
usaha untuk supaya keyakinan & akal dengann tenaga & konsentrasi menjdi selaras & seimbang maka perlu mengatur perhatian & menempuh jalan tengah diantara kedua keadaan batin tsb. yaitu dengann menyingkirkan kelebihan & mengisi kekuranganya. demikian pula membuat keadaan batin sejalan dengann yang lainnya. bila tidak diatur akan berakibat sbb:
1.      jika tenaga terlalu  kuat sdengan konsentrasi tidak kuat maka akan timbul kegelisahan
2.      jika konsentrasi kuat tenaga kurang timbul kemalasan
3.      jika keyakinan besar sdengan akal tidak kuat timbul lobha
4.      jika akal kuat keyakinan tidak kuat terjadi kegelisahan

pengertian sattavisudhi - bagian nana (pengetahuan) akan muncul :
sattavisudhi : tujuh tahap pencapaian kesucian dalam pengembangan sila, samadhi & panna. nana (pengetahuan yang timbul dari pengamatan langsung tentang hakekat fenomena) akan muncul sesudah tahap dithi visudhi, karena dalam tahap ini seseorang sudah mengamati nama & rupa & mulai melaksanakan vipassana bhavana.

berkah yang diperoleh siswa buddha yang melaksanakan 4 dasar perhatian dalam kehidupan ini dengann harapan :
a.       pencapaian pengetahuan tertinggi (anna dicapai pada tingkat arahat)
b.      jika masih terdapat sisa untuk tumimbal lahir ia akan mencapai anagami

marana : berhentinya daya hidup (jivitindariiya upaccheda) dari satu kehidupan, terdiri dari :
1.      berakhirnya kehidupan secara mutlak (samucchedamarana) yaitu kematian terakhir seorang arahat.
2.      kematian sesaat (khanika marana) yaitu kehancuran sementara proses nama rupa.
3.      kematian menurut pengertian umum (samuttimarana) yaitu kematian dari sesuatu yang tidak mpy kesadaran misalnya pohon yang mati, besi, benda mati dll.

metode pelaksanaan anapanasati menurut kitab visuddhimagga :
1.      menghitung (gahana)
2.      mengikuti proses dengan sadar (anubandhana)
3.      mencatat kontak pernapasan (phusana)
4.      menempatkan pikiran pada tanda (thapana)
5.      merenungkan corak-corak utama (sallakkhana)
6.      perpindahan batin dari kesadaran yang rendah kpd yang tinggi
7.      kesucian atau mengalami hasil (parisuddhi)
8.      merenungkan pada pencapaian-pencapaian (patissana)


pembasmian & penekanan jhana terhadap nivarana :
jhana membasmi atau menekan nivarana disebut vikhambhana pahana, yaitu mengatasi dengan jalan menekan kekotoran batin (kilesa). selama jhana ada selama itu nivarana tidak timbul, tapi bila jhana merosot nivarana dapat timbul. adapun pembasmian dengan jhana adalah :
1.      vitaka membasmi thina-midha nivarana
2.      vicara membasmi vicikiccha nivarana
3.      piti membasmi byapada nivarana
4.      sukha membasmi udhaca-kukuca nivarana
5.      ekagata membasmi kamachanda nivarana

arupa jhana & cara mencapainya :
arupa jhana adalah keadaan batin yang tanpa bentuk sebagai hasil dari pelaksanaan samadhi. untuk mencapai arupajhana seseorang harus terlebih dahulu mencapai jhana ke-4. dengan melalui dasar 2 unsur jhana ke-4 yaitu upekkha & ekagata, lalu seseorang yang ingin memasuki arupajhana harus mengambil & mengembangkan obyek arupa.
menurut rathavinita sutta, pengembangan sila, samadhi & panna dalam 7 tahap kesucian (satta-visudhi) yaitu :
1.      kesucian sila (sila visudhi)
2.      kesucian pikiran (citta visudhi)
3.      kesucian pandangan (ditthi visudhi)
4.      kesucian mengatasi keragu-raguan (kankhavitara visudhi)
5.      kesucian pandangan terang terhadap jalan benar & salah (maggamagga anandassana visudhi)
6.      kesucian pandangan terang terhadap kemajuan (patipada nanadassana visudhi)
7.      kesucian pandangan terang terhadap jalan suci (nanadassana)

ariya puggala : seseorang atau individu yang agung atau mulia, terdiri dari :
sotapanna (seseorang yang telah memasuki arus nibbana), terdiri dari :
ekabiji sotapanna : terlahir kembali 1 kali
kolamkola sotapanna : terlahir 2 atau 3 kali lagi.
sattakhattuparana sotapanna : terlahir kembali 7 kali lagi.

sakadagami (ia yang kembali sekali), terdiri dari :
1.      idha patva idha parinibbayi (capai sakadagami-phala & arahata-phala di alam manusia di kehidupan yang sama).
2.      tattha patva tattha parinibbayi (capai sakadagami-phala & arahata-phala di alam deva di kehidupan yang sama)
3.      tattha patva idha parinibbayi (capai sakadagami-phala di alam deva terlahir & capai arahata-phala di alam manusia)
4.      idha patva tattha nibbattitva idha parinibbayi (capai sakadagami-phala di alam manusia terlahir di alam deva & arahata-phala di alam manusia

anagami (tidak akan kembali lagi sebagai manusia), terdiri dari :
1.      antara-parinibbayi (anagami capai arahat & parinibbana dalam usia yang belum mencapai setengah usia).
2.      upahacca-parinibbayi (anagami capai arahat & parinibbana dalam usia yang hampir mencapai setengah usia).
3.      asankhara-parinibbayi (anagami capai arahat & parinibbana dengan tidak usah berusaha keras).
4.      uddhamsoto-akanitthagami (anagami capai arahat & parinibbana di alam kehidupan akanittha).

arahat (seseorang yang telah capai kesempurnaan), terdiri dari :
sukhasako (memiliki pandangan terang saja, tak punya jhana).
tevijja (memiliki 3 macam abhinna-pengetahuan) :
a.       pubbenivasanussatinana (kemampuan untuk mengingat tumimbal-lahir yang dahulu).
b.      dibbacakhunana (kemampuan melihat alam halus & muncul lenyapnya makhluk yang bertumimbal lahir sesuai dengan kammanya masing-masing).
c.       asavakkhayanana (kemampuan untuk memusnahkan kekotoran batin).

chalabhinna (memiliki 6 kekuatan batin) :
1.      pubbenivasanussatinana (kemampuan untuk mengingat tumimbal-lahir yang dahulu).
2.      dibbacakhunana (kemampuan melihat alam halus & muncul lenyapnya makhluk yang bertumimbal lahir sesuai dengan kammanya masing-masing).
3.      asavakkhayanana (kemampuan untuk memusnahkan kekotoran batin).
4.      cetopariyanana (kemampuan membaca pikiran makhluk lain)
5.      dibbasotanana (kemampuan mendengar suara makhluk jauh & dekat di seluruh alam kehidupan).
6.      iddhividhinana (kekuatan magis ; rubah wujud, menghilang)
patisambhidapatta (memiliki 4 macam patisambhida) :
a.       attha (kepandaian mengetahui akibat-akibat)
b.      dhamma (kepandaian mengetahui sebab-sebab)
c.       niruti (kepandaian didalam menggunakan kata-kata).
d.      patibhana (kepandaian didalam cara penyesuaian).



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar