Senin, 16 April 2012

pancasila

PANCASILA



1. Ciri-ciri Khas Nasionalisme Indonesia :
a.       Etis : Selalu hrs dijelaskan, dipahami, dan diamalkan dlm kaitannya yg utuh dg tak terpisahkan seluruh kerangka asas etika politik Pancasila.
b.      Terbuka scr Kultur dan Religius : Tidak menutup dirinya dlm seluruh sejarahnya terhdp berbagai pengaruh yg datang dari luar yg lama kelamaan membentuk jati diri nasionalnya.
c.       Serasi dan Seimbang : Menghargai diri sendiri sbg negara dan bangsa yg tertentu sebagaimana adanya, tapi serentak menghargai bangsa dan negara lain, dlm kesadarannya akan ketergantungannya yg tak terelakan pada bangsa dan negara lain, Ind membangun dirinya dg kepercayaan atau kodrat manusia.
d.      Kodrat dan Hakekat manusia : Sesuatu yg berlaku scr universal.
2.Ada 2 teori ttg konsepsi ke-Tuhanan yaitu :
a.       Teori kultur (The Cultured Theory) : Bersumber pd pemikiran manusia atau hasil usaha manusia mengenal Tuhan.
b.      Teori Kewahyuan (The Revelation Theory) : Bersumber pd firman Tuhan, dari wahyu Tuhan yg disampaikan melalui utusan Tuhan dan dibukuklan dlm kitab suci.
3.Pancasila sbg Dasar Negara :
ü  Pancasila mrp sumber dari segala sumber hukum Indonesia.
ü  Nilai yg terkandung dijadikan dasar dan pedoman dlm mengatur tata kehidupan bernegara seperti yg diatur oleh UUD’45.
ü  Nilai* bernegara dan berpemerintah berdasarkan Pancasila.
ü  Semua badan usaha atau hukum yg berlaku dlm mengatur kegiatan kehidupan bermasyarakat dan bernegara bersumber dari Pancasila
4.Pancasila sbg Pandangan Hidup Bangsa :
Nilai* yg terkandung dlm Pancasila dijadikan tuntunan dan pegangan dlm mengatur sikap dan tingkah laku manusia Ind, dlm hubungannya dg Tuhan, masyarakat dan alam semesta.
5.Pancasila sbg Kepribadian Bangsa :
Nilai* kehidupan  rakyat Ind. sejak nenek moyang hingga dewasa ini menyebabkan bangsa Ind. berbeda dg bangsa lain. Pancasila mrp jiwa dan kepribadian bangsa Ind. Yg memberikan corak khas serta ciri khas yg berbeda dg bangsa lain.
6.Pancasila sbg Ideologi Negara :
Dasar* Pancasila sudah diletakan lebih teratur dan kuat dlm pembangunan sosial, ekonomi, politik yg berarti pula mengharuskan semuanya untuk mengamalkan Pancasila.
7.Pancasila sbg Paradigma Pembangunan :
a.       Segala aspek pemb nasional harus berdasarkan pada hakekat nilai* Pancasila.
b.      Hakekat nilai Pancasila mendasarkan diri pada dasar ontologis manusia sbg subyek pendukung pokok sila Pancasila sekaligus pendukung pokok pem. Negara.
8.Pancasila sbg Paradigma Reformasi :
a.       Reformasi adalah menata kembali kehidupan bangsa dan negara dlm suatu sistem negara dibawah nilai* Pancasila.
b.      Pancasila mrp sumber dan pedoman dlm upaya melakukan perubahan di segala bidang kehidupan.
9.Rumusan Pancasila yg tercantum dlm Pembukaan UD’45 :
a.       Ke-TYME
b.      Kemanusiaan yg adil dan beadab
c.       Persatuan Indonesia
d.      Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dlm permusyawaratan perwakilan
e.       Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
10. Nilai Pancasila bersifat Obyektif dan ubyektif :
     Obyektif :
 - Rumusan dari sila Pancasila itu sendiri menunjukkan kenyataan adanya sifat abstrak umum dan universal
-    Inti dari sila Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dlm kehidupan bangsa Ind, baik dlm adat istiadat, kebudayaan, keagamaan dll. Hal ini disebabkan karena didlm Pancasila terkandung hubungan hidup kemanusiaan yg mutlak (antara manusia dg Tuhan dan bangsa).
-    Pancasila terkandung dlm pembukaan UD’45, menurut ilmu hukum memenuhi syarat sbg pokok kaedah negara yg pondamental, tidak dpt diubah oleh setiap orang atau badan lembaga, kecuali oleh pembentuk negara itu sendiri. Sedangkan pembentuk negara itu sendiri adalah PPKI sekarang tidak ada. Dg demikian nilai* Pancasila akan tetap ada sepanjang masa.
Subyektif :
- Nilai pancasila timbul dari bangsa Ind sbg hasil penelitian dan pemikiran filsafat dari bangsa Ind.
-    Nilai Pancasila mrp filsafat hidup yg paling tepat adil, bijaksana, baik dan sesuai dg kepribadian bangsa Ind.
-    Nilai Pncasila mengandung 4 macam nilai kerohanian yg mrp manifestasi dari hakekat sifat budi murni bangsa Ind.
11.  Cara-cara mengamankan Pancasila :
a.       Preventif  (Pencegahan) : Upaya pencegahan dg kewaspadaan tinggi dan terus menerus terhadap berbagai kemungkinan adanya usaha dari manapun, baik dalam negeri maupun luar negeri yg memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa dan merongrong Pancasila sbg dasar negara.
b.      Represif (Penindakan) : Upaya ini dilakukan untuk membasmi bahaya yg mengancam baik dari dalam maupun dari luar.
12.  Ada 2 macam Pelaksanaan Idiologi Negara yaitu :
a.       Obyektif : Pelaksanaan didlm UUD’45 dan peraturan hukum dibawahnya, serta segala kegiatan penyelenggaraan negara, karena Pancasila mrp sumber dari segala sumber hukum.
b.      Subyektif : Pelaksanaan oleh pribadi perorangan yg berarti bahwa segala perbuatan dan tindakan manusia Ind mencerminkan apa yg dikehendaki Pancasila.

13.  Pancasila sbg Idiologi Terbuka memiliki implikasi sbb :
a.       Pancasila bukanlah sebuah idiologi yg ditanamkan dari atas, melainkan mrp manifestasi moralitas publik.
b.      Pancasila adalah sebuah idiologi yg membuka dialog kreatif dan dinamis dg pemikiran lain, sehingga nilai dasarnya mengalami pendalaman dan pelebaran dan tidak disempitkan pada tujuan politis strategi belaka.
14.  Fungsi Pancasila dlm Hak berbangsa dan bernegara :
a.       Dasar negara yg bersumber dari segala sumber hukum
b.      Pandangan hidup bangsa yg dpt mempersatukan dan menjadi petunjuk dlm mencapai kesejahteraan lahir dan batin.
c.       Jiwa dan kepribadian bangsa memberi corak kas bagi bangsa Ind
d.      Tujuan yg dicapai oleh Bangsa Ind yaitu masyarakat yg adil dan makmur berdasarkan Pancasila
e.       Perjanjian luhur bangsa Ind yg disetujui oleh wakil rakyat sebelum dan sesudah proklamasi.
15.  Prinsip dasar yg terkandung dlm UUD’45 :
a. Kemerdekaan Ind sesungguhnya adalah berkat TYME
b.Kemerdekaaan nasional mengayomi warga negara
c. Negara memajukan kesejahteraan umum
d.      Negara ikut melaksanakan ketertiban dunia
e. Indonesia adalah negara hukum yg berdasarkan Pancasila
16.  Konvensi dan Sifatnya berkenaan dg UUD’45 :
Konvensi : aturan* dasar tidak tertulis yg timbul dan terpelihara dlm praktek penyelnggaraan negara. Konvensi bersifat melengkapi dan tidak bertentangan dg UUD’45, karena konvensi ini timbul sbg akibat suatu perkembangan dan perkembangan tentunya tidak boleh bertentangan dg perkembangan itu sendiri.
17.  TAP MPR No. XX/MPRS/1966 berisi :
a. UUD’45
b.Tap MPR
c. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang* (PERPU)
d.      Keputusan Presiden
e. Peraturan* lain : Instruksi Presiden, Peraturan Menteri, Intruksi Menteri
18.  Sila Ke-TYME tercantum dlm :
a. Pembukaan UUD’45 ; “Atas berkat rahmat Allah Yg Maha Kuasa ....”
b.Pasal 29 UUD’45 ; 1) Negara berdasarkan Ke-TYME, 2) Negara menjamin kemerdekaan tiap* penduduk untuk memeluk agamanya mamsing* dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
19.  Sila Kemanusiaan yg Adil dan Beradab tercantum dlm :
a.       Pembukaan UD’45 alinea I ; “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dg perikemanusiaan dan perikeadilan ..”
b.      Penjabaran dlm Batang Tubuh UUD’45
20.  Sila Persatuan Indonesia tercantum dlm :
Pembukaan UUD’45 alinea IV ; “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Ind yg melindungi segenap bangsa Ind dan seluruh tumpah darah Ind dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ..”

21.  Sila Kerakyatan yg Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dlm Pemusyawaratan perwakilan tercantum dlm :
Pembukaan UUD’45 alinea IV ; “Maka disusunlah kemrdekaan kebangsaan Ind, yg berkedaulatan rakyat...”

22.  Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Ind tercantum dlm :
Pembukaan UUD’45 alinea II ;”Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Ind telah sampailah kpd saat yg berbahagia dg selamat sentosa mengantarkan rakyat Ind ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Ind yg merdeka,bersatu, berdaulat adil dan makmur ..”
23.  Proses Terjadinya TAP MPR No.II/MPR/1978 :
Pada tgl 12 April 1976 untuk pertama kali Presiden mengemukakan gagasanya ttg pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila yg diberi nama Ekaprasetia Pancakarsa. Gagasan tsb diajukan kpd majelis dan proses pembahasannya diserahkan kpd BP (Badan Pekerja) MPR.
Akhirnya pada th 1978 dg suara terbanyak Rapat paripurna MPR mengambil keputusan mengenai ketetapan MPR ttg P4 (Ekaprasetia Pancakarsa) yg mrp Tap MPR No. II?MPR?1978.
24.  Ada 5 Kunci Pokok Memahami P4 :
a. Penentu sikap dan tingkah laku manusia Ind
b.Manusiawi
c. Kodrat manusia
d.      Pand  Pancasila terhadap hub antara manusia dg masyarakat
e. Pengendalian diri.
25.  UUD’45 Hukum Dasar Tertulis) memuat :
a. Pembukaan
b.Pasal, terdiri dari 16 Bab dan 37 pasal, Aturan Peralihan dan tambahan
c. Penjelasan UUD’45
26.  Hubungan PANCASILA dengan UUD’45 :
a.       Rumusan Pancasila sbg dasar negara Ind adalah seperti yg tercantum dalam pembukaan UUD’45.
b.      Pancasila sbg inti Pembukaan UD’45 mpy kedudukan yg kuat, tetap dan tidak dpt diubah dan terlekat pada kelangsungan hidup negara Ind.
c.       Suasana kebatinan dan cita* hukum UUD’45 tidak lain bersumber pada dasar falsafah negara Pancasila.
d.      Pembukaan UUD’45 memuat dasar falsafah negara Pancasila mrp satu kesatuan nilai dan norma yg terpadu yg tidak dpt dipisahkan dg rangkaian pasal* dlm batang tubuh UUD’45.
e.       Pancasila adalah jiwa, inti sumber dan landasan UUD’45
f.       Pokok pikiran dlm pembukaan UUD’45 adalah garis besar cita* yg terkandung dlm Pancasila
27.  Hubungan GBHN dengan UUD’45 :
a.       Dalam Pembukaan UD’45 diuraikan secara terinci tujuan didirikannya negara Ind yg berupa cita* kemerdekaan sejak dulu. Guna mencapai cita* tsb, maka diperlukan pedoman yg dpt memberikan arah dan ukuran dlm tangka mebcapai tujuan kemerdekaan. Pedoman tsb dlm UUD’45 disebut GBHN.
b.      GBHN menggariskan kebijaksanaan, arah dan sasaran untuk mewujudklan cita* yg terkandung dlm Pembukaan UUD’45 dan pasal*nya.
c.       Tercantum dlm Pembukaan UUD’45, pasal 1 ayat 2, dan pasal 3.
28.  Hubungan BATANG TUBUH dengan UUD’45 :
a.       Pokok pikiran yg dijelmakan pada UUD’45 itu terkandung dalam Pembukaan UUD’45
b.      Dalam batang tubuh menempatkan Pembukaaan UUD’45 alinea ke-4 pada kedudukan yg amat penting.
c.       Batang tubuh UUD’45 mrp pokok* nilai Pancasila yg disusun dlm pasal* Pembukaan UUD’45.
29.  Hubungan PROKLAMASI dengan UUD’45 :
a.       Pembukaan adalah penuangan jiwa proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. pembukaan adalah sbg pernyataan kemerdekaan yg terperinci yg mengandung cita* luhur dari proklamasi dan memuat Pancasila sbg dasar negara.
b.      Pembukaan UD’45 mrp satu kesatuan dg proklamasi 17 Agustus 1945.
c.       Pembukaan UUD’45 pada hakekatnya mrp suatu pernyataan kemerdekaan yg lebih terinci dari adanya cita* luhur yg menjadi semangat pendorong ditegakkanya kemerdekaan dlm bentuk negara Ind merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dg berdasarkan Pancasila.
30.  Dasar Hukum Pembukaan UD’45 :
a. Tap MPR No.XX/MPRS/1966
b.Tap MPR No.V/MPR/1973
c. Tap MPR No.III/MPR/1983

31.  Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Indonesia :
1.      Ind ialah negara yg berdasarkan atas hukum (Reachtsstaat)
2.      Sistem konstutisional (Hukum dasar)
3.      Kekuasaan negara yg tertinggi ditangan MPR
4.      Presiden ialah penyelenggara pemerintah negara yg tertinggi dibawah Majelis
5.      Presiden tidak bertanggung-jawab kpd DPR
6.      Menteri negara ialah pembantu Presiden, menteri negara tidak bertanggung-jawab kpd DPR
7.      Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
32.  Pengertian GBHN sesuai dg Ketetapan MPR :
a.       GBHN adalah haluan negara dlm garis* besar sbg pernyataan kehendak rakyat, yg ditetapkan oleh MPR
b.      GBHN pada hakekatnya adalah pola umum pembangunan nasional, yg mrp rangkaian program* pembangunan yg menyeluruh, terarah, terpadu dan berlangsung secara terus menerus.
c.       Rangkaian program pembangunan tsb dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan nasional seperti dlm Pembukaan UUD’45

33.  Maksud dan Tujuan ditetapkan GBHN :
Maksud : Untuk memberikan arah bagi perjuangan negara dan rakyat Ind yg pada masa sekarang sdg melakukan pembangunan nasional.
Tujuan : Mewujudkan keadaan yg diinginkan dlm waktu 5 tahun berikutnya dan dlm jangka panjang, guna mencapai cita* yg termaktub dlm Pembukaan UUD’45.
34.  Tap MPR yg menghasilakan GBHN :
a.       TAP MPR No.IV/MPR/1973
b.      TAP MPR No.IV/MPR/1978
c.       TAP MPR No.II/MPR/1983
35.  Pelaksanaan Mekanisme Kepemimpinan Nasional Lima Tahun :
Berkenaan dg UUD’45 dg mekanisme pemerintah yg mpy waktu 5 tahun dan suasana yg mantap (stabil) memungkinkan Presiden memimpin suatu pemerintahan sbg mandataris MPR untuk melaksanakan tugas yg diembannya.
36.  Tujuan Nasional Negara RI yg tercantum dlm Pembukaan UUD’45 :
a.       Melindungi segenap bangsa Ind dan seluruh tumpah darah Ind
b.      Memajukan kesejahteraan umum
c.       Mencerdaskan kehidupan bangsa
d.      Ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
37.  Pola Dasar Pembangunan Nasional :
a.       Meletakan dasar* bagi pemb bangsa dlm mewujudkan tujuan nasional, yg memuat nilai* dasar yg tetap dan tidak dibatasi oleh suatu kurun waktu
b.      Menggariskan apa yg menjadi tujuan pemb nasional
c.       Hakikat pemb nasional ialah pemb manusia iNd seutuhnya dan pemb seluruh masyarakat Ind yg berlandaskan pancasila dan UUD’45
d.      Memuat tujuan dan asa pemb nasional yg memberikan watak ddan corak bagi pemb nasional bangsa Ind

38.  Ada 7 Asas Pembangunan Nasional :
a.       Asas Manfaat : Pemb hrs dpt memberi manfaat bagi kemanusiaan, peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengembangan pribadi warga negara
b.      Asas Usaha Bersama dan Kekeluargaan : Usaha capai cita* mrp usaha bersama scr gtong royong dan dijiwai semangat kekeluargaan
c.       Asas Demokrasi   Menyelesaikan masalah dg jalan musayawarah mencapai mufakat.
d.      Asas Adil dan Merata ; Hasil pemb dinikmati merata oleh seluruh rakyat sesuai dg dharma baktinya kpd negara.
e.       Asas Perikehidupan dan Keseimbangan : Keseimbangan antara dunia-akhirat, materia-spiritual, jiwa-raga dan nasional-internasional.
f.       Asas Kesadaran Hukum : setiap warga sadar dan taat pada hukum.
g.      Asas Kepercayaan pada Diri Sendiri : Pemb berdasarkan kepercayaan dan kemampuan serta kekuatan sendiri.
39.  Ada 5 Faktor Dominan Pembangunan Nasional :
a.       Faktor Demografi dan Sosial Budaya
b.Faktor Geografi, Hidrografi, Geologi dan Topografi
c. Faktor Klimatologi
d.      Faktor Flora dan Fauna
e. Faktor Kemungkinan Pengembangan.
40.  Pengertian Wawasan Nusantara :
Wawasan Nusantara ialah wawasan yg memandang rakyat, bangsa, negara, dan wilayah nusantara (darat, laut dan udara) sbg satu kesatuan yg utuh dan tidak bisa dipisah-pisahkan, yg mencakup perwujudan kepulauan nusantara sbg satu kesatuan politik, sosial-budaya, ekonomi dan hankam.

41.  Ada 5 Undang-Undang sbg Landasan Pembangunan Bidang Politik :
a.       UU No. 1 tahun 1985 ttg Pemilihan Umum
b.      UU No. 2 tahun 1985 ttg Sususnan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD yg berkaitan dg Penataan Supra Struktur Politik.
c.       UU No. 3 tahun 1985 ttg Parpol dan Golkar
d.      UU No. 5 tahun 1985 ttg Referendum, yg mrp Pengamanan UUD’45
e.       UU No. 8 tahun 1985 ttg Organisasi Kemasyarakatan yg berkaitan dg Penataan Infrastruktur.
42.  Tap MPR No.XLI/MPRS/1968 ttg Tugas Pokok Kabinet Pembangunan (Panca Krida Kabinet Pembangunan) yaitu :
a.       Menciptakan stabilitas politik ekonomi sbg syarat untuk berhasilnya pelaksanaan REPELITA dan PEMILU.
b.      Menyusun dan melaksanakan REPELITA
c.       Melaksanakan PEMILU sesuai dg Tap MPRS No.XLI/1968
d.      Mengembalikan ketertiban dan keamanan masyarakat dg mengkikis habis sisa G 30 S/PKI.
e.       Melanjutkan penyempurnaan dan pembersihan secara menyeluruh aparatur negara dari tingkat pusat sampai daerah.
43.  Latar Belakang Nilai sila ke-5 dari Pancasila :
o   Pada dataran konseptual perlu dicatat bahwa setiap pembicara ttg keadilan tak mungkin mengelak dari fakta bahwa gagasan keadilan pd pokoknya menyangkut pertimbangan antara jasa dan pengorbanan, keuntungan dan kerugian yg dialami oleh individu ataupun komunitas dan masyarakat.
o   Rasa keadilan tak mungkin terlepas dari apa yg disebut kemarahan moral atau moral autoge. Keadilan senantiasa melibatkan penilaian moral.
o   Untuk merubah menjadi gejala politik, rakyat biasa lewat pengalaman mereka mampu melihat bahwa penderitaan paksa itu mrp akibat dari perbuatan tidak adil manusiawi bukan situasi retak terelakan alami.
o   Keadaan sosial tidak mungkin terlepas dari soal demokrasi dan hak asasi manusia.

44.  Hubungan Sila Pancasila dg Pembukaan dan Pasal UUD’45 :
a. Sila I          : Pembukaan UUD’45 alinea II,III,IV (Pasal 29).
b.Sila II        : Pembukaan UUD’45 alinea II,IV(Pasal 27,28,29,30,31,33,34)
c. Sila III       : Pembukaan UUD’45 alinea IV (Pasal 1,32,35,36)
d.      Sila IV    : Pembukaan UUD’45 alinea IV (Pasal 1,2,3,19,20,21,22,27)
e. Sila V        : Pembukaan UUD’45 alinea II,IV(Pasal 23,27,28,29,30,31,34)

45.  Faktor Penghambat Kerukunan Beragama :
a. Sifat fanatikisme di atas kewajiban dan kepentingan nasional
b.Sikap kurang tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain
c. Cara-cara yg tidak terpuji untuk menarik pemeluk agama lain
d.      Pengaruh begatif pelaksanaan agama di negara asing yg tidak sesuai dg tata cara adat istiadat kebiasaan bangsa kita dan yg bermuatan politik.

46. Pancasila menganut  paham Integralistik ; Karena demokrasi Pancasila memandang manusia dlm 3 politik yaitu pribadi, anggota masyarakat atau negara dan hamba TYME dan dlm kehidupannya perlu kerjasama dan usaha bersama secara kekeluargaan.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar